Berita

Plt. Kadindik Babel Tekankan Penguatan Arah Kebijakan Pendidikan 2026 dalam Evaluasi Kinerja Tahun 2025 Cabdin Wilayah III

Toboali – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan “Evaluasi Kinerja Tahun 2025 dan Penguatan Arah Kebijakan Tahun 2026 bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” pada Kamis, 08 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Cabdin Wilayah III Toboali.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III,  pejabat Cabdin, pengawas SMA/SMK/SLB, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah kerja Cabdin Wilayah III.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Heru, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa evaluasi kinerja tahun 2025 menjadi momentum untuk meninjau kembali capaian program pendidikan selama satu tahun, sekaligus memetakan tantangan yang dihadapi satuan pendidikan. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah strategis pada tahun 2026.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syaiful Bakhri, S.Pd., MM, dalam arahannya menyoroti sejumlah isu strategis di Provinsi Kep. Bangka  Belitung khususnya di wilayah Bangka Selatan. Ia menyampaikan bahwa kasus putus sekolah masih ditemukan dan harus menjadi perhatian bersama agar tidak semakin meningkat. Selain itu, angka siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dinilai masih rendah. Untuk itu, satuan pendidikan diminta lebih aktif memberi motivasi, informasi beasiswa, serta pendampingan kepada siswa kelas akhir.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Kadis juga menekankan pentingnya peningkatan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA). Penguatan pembelajaran di kelas, optimalisasi pemanfaatan laboratorium, serta pendampingan intensif oleh pengawas sekolah dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di wilayah Cabdin Wilayah III.

Terkait implementasi Pembelajaran Mendalam, Syaiful Bakhri menegaskan bahwa laboratorium harus menjadi pusat aktivitas belajar berbasis praktik, bukan sekadar fasilitas yang jarang digunakan. Melalui pembelajaran berbasis laboratorium, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta keterampilan memecahkan masalah nyata.

Menanggapi kondisi di lapangan, di mana masih terdapat SMA yang laboratoriumnya belum memadai bahkan belum memiliki laboratorium sama sekali, Plt. Kadis menyampaikan dua penekanan utama. Pertama, sekolah yang telah memiliki laboratorium diminta untuk mengoptimalkan pemanfaatannya. Kedua, sekolah yang belum memiliki laboratorium akan diprioritaskan pemenuhannya secara bertahap sesuai regulasi dan kemampuan anggaran.

Beliau juga meminta pengawas sekolah untuk aktif memetakan kekurangan sarana laboratorium di masing-masing satuan pendidikan serta mendampingi guru dalam merancang pembelajaran berbasis praktik, termasuk memanfaatkan laboratorium sederhana atau alternatif yang tersedia.

Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif, ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian masukan dari para kepala sekolah dan pengawas terkait strategi pemenuhan sarana laboratorium serta pelaksanaan Pembelajaran Mendalam pada tahun 2026 di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III.

Sumber: 
Cabdin Wilayah 3
Penulis: 
Cabdindik Wil III
Fotografer: 
Cabdindik Wil III
Editor: 
Cabdindik Wil III
Bidang Informasi: 
Cabdindik Wilayah III